Kang AbikApa yang bisa saya pelajari dari nama besar Habiburrahman el-Shirazy?

Banyak. Tetapi kali ini, saya ingin menceritakan pada Anda satu rahasia. Tahukah Anda, bahwa Novel Ayat-ayat Cinta (AAC) karya Kang Abik, panggilan akrabnya, yang fenomenal itu ternyata berawal dari sebuah cerpen yang tak selesai?


Continue reading Pelajaran Menghargai Karya ala Kang Abik

Ann RuleSaya sempat bertanya-tanya ketika selesai membaca Harry Potter jilid I: Harry Potter and the Sorcerer’s Stone. Mengapa?

Cerita itu dibuka ketika Harry kecil dibopong oleh seorang yang disebut dengan Sirius Black yang mengantarkannya pada keluarga Dursley, paman Harry. Sirius Black lalu menghilang dan cerita mengalir hingga ketegangan demi ketegangan berikutnya. Ketika cerita berakhir, saya baru teringat Pak Sirius itu. Lantas, apa peran dia? Kok nggak ada sama sekali dalam cerita ini?

Apa guna buku harian?

Banyak orang tidak mau memiliki buku harian semata takut dibilang feminin atau setidaknya sok romantis. Dalam bayangan mereka, orang yang memiliki buku harian seperti wanita yang terlalu dominan otak kanannya, sehingga buku harian menjadi semacam tempat mencurahkan perasaan, khayalan, angan-angan, dan kata hati; yang semuanya bermuara atau berkaitan dengan otak kanan kita yang non-logical. Dan itu kata orang khas perempuan. Bahkan barangkali ada yang berpendapat bahwa buku harian umurnya hanya sebatas ketika kita jatuh cinta dan mabuk asmara saja. Setelah itu berhenti, tak ada isinya lagi.

KAMI SEDIAKAN 2 buah buku dengan diskon besar untuk Anda seperti di bawah ini:

Judul:
Jejak-Jejak Surga Sang Nabi
[Kode: JJSSN]
Harga:
Rp. 32.500,-
Rp. 15.000,-
(Diskon 54%)
Judul:
Menyambut Umur 40 Tahun
[Kode: MU40T]
Harga:
Rp. 32.000,-
Rp. 25.000,-
(Diskon 21%)

** Belum termasuk ongkos kirim (sesuai tarif Tiki JNE atau Kantor Pos).
CARA MEMESAN

HUBUNGI kami melalui:

Email ke: bahtiar@iaodt.com dengan menyebutkan JUDUL BUKU dan JUMLAH yang dipesan, lalu NAMA [...]

Pada mulanya saya membaca “Ketika Mas Gagah Pergi” karya Mbak Helvy Tiana Rosa. Saya lalu tertarik menulis cerita islami seperti cerpen itu. Muncullah karya cerpen-cerpen awal saya (Anda bisa membacanya di antologi “Suatu Petang di Kafe Kuningan”, “Merah di Jenin”, dan “Cahaya di Lorong Purnama”).

Ketika kemudian mulai membaca novel, maka saya langsung kesengsem dengan karya-karya Erich Segal, seperti “Love Story”, “Oliver’ Story”, “The Doctors” (favorit saya), “Man, Woman, and Child”, “Nobel Prizes”, “The Class”. Bahasanya “indah”, kadang lucu, membuat kita tersenyum. Seolah kita menertawai diri kita sendiri. Cerpen-cerpen saya, atau kemudian tulisan-tulisan saya yang non-fiksi sekalipun, sering terinspirasi gaya bercerita Erich. Termasuk novelet-novelet yang pernah saya tulis, seperti “Perseteruan Dua Bintang” (cerita anak, masuk 6 besar lomba penulisan fiksi di Depag 2002), “Rahasia Sasongko” (diikutkan ke lomba cerbung Femina, tetapi tentu saja tidak lolos :)), dan Serial dokter Pit yang sudah 23 bab tetapi tidak pernah saya publish karena nggak pede.

  • RSS Bahtiarhs.net Terbaru