Judulnya OK, bukan?Tahukan Anda bahwa berdasarkan laporan Google Analytics, halaman arahan dalam web / blog memiliki tingkat bouncing 91%. Itu berarti, 91% blog walker yang mengunjungi blog Anda hanya melihat sekilas lalu keluar, memutuskan dengan cepat bahwa situs yang mereka buka bukanlah yang mereka cari.

Bagaimana cara mengikat mereka bertahan lebih lama, syukur-syukur membaca tulisan atau posting Anda? Penelitian terbaru menyebutkan bahwa seorang pengunjung memutuskan bertahan atau keluar dari sebuah blog dalam waktu 8 detik atau kurang. Dalam waktu yang sesingkat itu, pasti harus ada sesuatu yang bisa Anda tawarkan sehingga pengunjung tak segera berlalu dari situs Anda. Salah satunya adalah dengan menghadirkan judul tulisan atau posting yang hebat.

Bukupun juga demikian. Seringkali sebuah buku yang hebat tetapi tidak diberi judul yang hebat pula — selain desain sampul yang memikat — akan berakhir merana tergeletak di rak toko buku tanpa ada yang mengambil.

Jika tulisan, posting, konten, ataupun buku adalah toko, maka judul adalah papan namanya. Dari kejauhan orang akan tertarik mendatangi toko Anda dari papan nama yang terpampang, mencuat diantara puluhan papan nama toko yang lain. Hanya papan nama yang unik dan menarik sajalah yang akan mendapat prioritas didatangi pengunjung. Demikian juga tulisan atau buku.

Judul menjadi sangat penting di era seperti saat ini dimana ribuan tulisan dan ratusan buku diciptakan orang dalam sehari. Kita tak akan bisa membaca semuanya. Kita pasti akan membaca secara selektif karena saking banyaknya. Daya pikat pertama tulisan atau buku Anda tentu ada pada judul. Apalagi jika banyak teman Anda menggunakan RSS Feed — jika tulisan diposting di blog, yang akan menampilkan semua tulisan terbaru dari blog Anda yang Anda posting maupun dari blog orang-orang selain Anda. Teman Anda mustahil membaca seluruhnya, bukan? Ia — saya yakin — hanya akan membaca judul posting mana yang paling menarik untuk dibaca.

Jadi, bagaimana judul yang hebat itu? Judul yang hebat itu harus eye-catching, menggugah, dan karenanya menarik perhatian. Sekali membaca judul itu, ia sudah kebayang isinya, seketika tertarik untuk melihat dan datang ke blog Anda atau membeli buku Anda untuk membacanya.

Berikut tips bagaimana membuat judul tulisan yang hebat itu:

Pertama, pilih judul yang konkrit, bukan abstrak.

  • Lebih baik memberi judul “Cinta Segitiga Rani” daripada sekedar “Cinta Yang Sulit” atau hanya “Rani” begitu saja.
  • Lebih baik “Lima Masalah Utama Kemiskinan Indonesia” daripada “Masalah Kemiskinan di Indonesia”.

Kedua, pilih judul yang unik, berbeda. Keunikan dan keberbedaan akan menjadi daya tarik tersendiri untuk tulisan yang kita buat.

  • “Fokus! Fokus! Fokus!” menurut saya sebuah judul yang unik daripada sekedar “Fokus” atau “Membuat Blog Yang Fokus.”
  • “Fitrinya Hati Fitri” menurut saya lebih berbeda ‘taste’-nya dibanding “Fitri yang Baik” atau “Fitri yang Suci”. Susunan kata dan iramanya kedengaran unik. Dan itu yang membuatnya menarik.

Ketiga, buat judul yang kontroversial. Maksud saya kontroversial bukan dalam arti negatif, tetapi secara susunan kata menyentil rasa penasaran pembaca.

  • “Menakar Jurus Mabok PKS” pada blog pribadi saya cukup membuat penasaran bukan? Menggabungkan “jurus mabok” dan “PKS” tentu mementik rasa penasaran.
  • “Blog Saya Ditaut Intelijen Indonesia” pada blog pribadi saya juga sempat meroket rating pembacanya. Anda tahu berurusan dengan “intelijen” tentu seperti pepatah “ulo marani gepuk” (jawa). Kata itu mementik rasa penasaran, setidaknya menurut saya.

Keempat, buat judul yang bombastis. Artinya, kesannya wah, omong besar dan melangit. Tetapi ini punya konsekuensi, jika isinya tidak sebesar judulnya, pembaca akan kecewa dan mengambil keputusan untuk tidak memercayai Anda. Kakehan gludug ora ana udane (kebanyakan geledek, tetapi tak ada hujannya), kata orang Jawa. Saya belajar (juga) pada Romi untuk masalah ini. Dia sering menggunakan kata “Kupas Tuntas” untuk judul konten posting di blognya.

  • “Kupas Tuntas Pornografi di Internet.” Apa yang terbayang di benak Anda?
  • “Kupas (tidak) Tuntas UU ITE.” Ini dinegasikan. Tetapi lebih OK kan?

Kelima, buat judul yang menyentil pembaca untuk tahu jawabannya; yakni dengan pertanyaan. Bahkan pertanyaan itu mungkin sebenarnya pembaca sudah tahu jawabannya.

  • “Pilih Mana: Zina Atau Poligami?” Wah, kalau ini sih terlalu mendramatisir. Jawabnya pasti yang kedua kan? Tapi ya apa sesederhana itu? Nah, itulah menariknya judul ini.
  • “Ada Apa Di Balik Iklan PKS?” Anda mungkin punya jawaban sendiri. Tetapi, Anda pasti pengin tahu juga isi pikiran orang terhadap masalah ini, bukan?

Nah, bagaimana? Mudah, bukan? Karena gandrung dengan judul, seringkali setiap menemui sesuatu, saya langsung rangkai sebuah judul. Ketika Jakarta kebanjiran beberapa tahun yang lalu, saya langsung mendapat judul novel “Kapal Di Atas Kota.” Kok kapal di atas kota, bukannya laut? Kontroversial bukan?

Bagaimana dengan Anda?

***

Keterangan.
Sumber gambar: irvansyaiban.files.wordpress.com. Judulnya OK, bukan?
Sumber tulisan: dari Rumah Konten saya dengan beberapa penyesuaian.