<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.7.1" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>iWriter</title>
	<link>http://iwriter.bahtiarhs.net</link>
	<description>an islamic writing center</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 Jan 2010 08:16:10 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Pelajaran Menghargai Karya ala Kang Abik</title>
		<description><![CDATA[<img src="http://celeb.kapanlagi.com/pictures/habiburrahman_el_shirazy/habiburrahman_el_shirazy_022.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;" alt="Kang Abik" />Apa yang bisa saya pelajari dari nama besar <a href="http://www.kisah.web.id/tokoh-islam/habiburrahman-el-shirazy.html">Habiburrahman el-Shirazy</a>?

Banyak. Tetapi kali ini, saya ingin menceritakan pada Anda <em>satu rahasia</em>. Tahukah Anda, bahwa Novel <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ayat_Ayat_Cinta">Ayat-ayat Cinta</a> (AAC) karya <em>Kang Abik</em>, panggilan akrabnya, yang fenomenal itu ternyata berawal dari sebuah <em>cerpen yang tak selesai</em>?]]></description>
		<link>http://iwriter.bahtiarhs.net/2010/01/pelajaran-mengharga-karya-ala-kang-abik/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Jangan Tulis Yang Tak Perlu Ditulis</title>
		<description><![CDATA[<img src="http://www.mysterycrimescene.com/image-files/ann-rule.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;" alt="Ann Rule" />Saya sempat bertanya-tanya ketika selesai membaca <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Harry_Potter">Harry Potter</a> jilid I: <em>Harry Potter and the Sorcerer’s Stone. </em>Mengapa?

Cerita itu dibuka ketika Harry kecil dibopong oleh seorang yang disebut dengan <em>Sirius Black</em> yang mengantarkannya pada keluarga Dursley, paman Harry. Sirius Black lalu menghilang dan cerita mengalir hingga ketegangan demi ketegangan berikutnya. Ketika cerita berakhir, saya baru teringat Pak Sirius itu. Lantas, apa peran dia? Kok nggak ada sama sekali dalam cerita ini?]]></description>
		<link>http://iwriter.bahtiarhs.net/2010/01/jangan-tulis-yang-tak-perlu-ditulis/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Mengikat Ilmu dengan Buku Harian</title>
		<description><![CDATA[Apa guna buku harian?

Banyak orang tidak mau memiliki buku harian semata takut dibilang feminin atau setidaknya sok romantis. Dalam bayangan mereka, orang yang memiliki buku harian seperti wanita yang terlalu dominan otak kanannya, sehingga buku harian menjadi semacam tempat mencurahkan perasaan, khayalan, angan-angan, dan kata hati; yang semuanya bermuara atau berkaitan dengan otak kanan kita yang non-logical. Dan itu kata orang khas perempuan. Bahkan barangkali ada yang berpendapat bahwa buku harian umurnya hanya sebatas ketika kita jatuh cinta dan mabuk asmara saja. Setelah itu berhenti, tak ada isinya lagi.]]></description>
		<link>http://iwriter.bahtiarhs.net/2009/07/mengikat-ilmu-dengan-buku-harian/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Diskon Buku Baru Gila-gilaan. Mau?</title>
		<description><![CDATA[KAMI SEDIAKAN 2 buah buku dengan diskon besar untuk Anda seperti di bawah ini:







Judul:
Jejak-Jejak Surga Sang Nabi
[Kode: JJSSN]
Harga:
Rp. 32.500,-
Rp. 15.000,-
(Diskon 54%)
Judul:
Menyambut Umur 40 Tahun
[Kode: MU40T]
Harga:
Rp. 32.000,-
Rp. 25.000,-
(Diskon 21%)



** Belum termasuk ongkos kirim (sesuai tarif Tiki JNE atau Kantor Pos).
CARA MEMESAN

 HUBUNGI kami melalui:

Email ke: bahtiar@iaodt.com dengan menyebutkan JUDUL BUKU dan JUMLAH yang dipesan, lalu NAMA [...]]]></description>
		<link>http://iwriter.bahtiarhs.net/2009/07/mau-diskon-buku-baru-gila-gilaan/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Menemukan Kunci, Menemukan Gaya</title>
		<description><![CDATA[Pada mulanya saya membaca “Ketika Mas Gagah Pergi” karya <a href="http://helvytr.multiply.com/">Mbak Helvy Tiana Rosa</a>. Saya lalu tertarik menulis cerita islami seperti cerpen itu. Muncullah karya cerpen-cerpen awal saya (Anda bisa membacanya di antologi “Suatu Petang di Kafe Kuningan”, “Merah di Jenin”, dan “Cahaya di Lorong Purnama”).

Ketika kemudian mulai membaca novel, maka saya langsung <em>kesengsem </em>dengan karya-karya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Erich_Segal">Erich Segal</a>, seperti “Love Story”, “Oliver’ Story”, “The Doctors” (favorit saya), “Man, Woman, and Child”, “Nobel Prizes”, “The Class”. Bahasanya “indah”, kadang lucu, membuat kita tersenyum. Seolah kita menertawai diri kita sendiri. Cerpen-cerpen saya, atau kemudian tulisan-tulisan saya yang non-fiksi sekalipun, sering terinspirasi gaya bercerita Erich. Termasuk novelet-novelet yang pernah saya tulis, seperti “Perseteruan Dua Bintang” (cerita anak, masuk 6 besar lomba penulisan fiksi di Depag 2002), “Rahasia Sasongko” (diikutkan ke lomba cerbung Femina, tetapi tentu saja tidak lolos :)), dan Serial dokter Pit yang sudah 23 bab tetapi tidak pernah saya <em>publish</em> karena <em>nggak pede</em>.]]></description>
		<link>http://iwriter.bahtiarhs.net/2009/07/menemukan-kunci-menemukan-gaya/</link>
			</item>
</channel>
</rss>
